Saturday, December 28, 2013

between sasaeng and haters { CHAP.1}


xxo-babywolf.tumblr.com
Between sasaeng and haters
Too young, too dumb, too realize

AISYAH
28/12/2013






“Baekhyun oppa! Apa kau melihat Sehun? Aku dari tadi mencari dia tetapi dia tidak muncul terus.” Aku berlari ke arah baekhyun yang sedang berdiri di gerbang sekolah. Baekhyun menoleh ke arahku dan langsung membalikan badannya.
                “aku tidak melihat Sehun. Maafkan, mungkin dia akan telat datang. Tadi ketika aku mauberangkat dia baru bangun. Hehehe” Baekhyun membentuk angka dua ditangannya sambil tersenyum
Sehun adalah sahabat kecilku, orangtua kami dulu adalah tetangga. Dulu aku dan Sehun selalu dimasukan ke sekolah yang sama. Karena itu kami jadi dekat. Kami berpisah karena Sehun menjadi Traine di Smentertaiment. Aku dan Sehun sekarang sudah SMA, tidak terasa karena seiring berjalannya waktu.
-------------------------------------------------------
                “ Annyeonghaseyo, maafkan saya telat karena ban motor saya bocor” seorang murid yang tiba-tiba masuk dengan nafas kelelahan seperti dikejar oleh anjing. Ternyata dia adalah Sehun.
Oh Sehun.. anak itu selalu saja membuat alasan jika telat. Alasan yang penuh dengan kebohongan. Tunggu saja akan ku balas ketika pulang sekolah.
Sehun berjalan melewati tepat di depan mukaku, dia tersenyum dengan licik. Aku hanya melirik sinis.
“Awas saja kau Oh Sehun! Aku akan membalasmu dengan cara yang licik.” Batinku
Entah mengapa meskipun terkadang dia menyebalkan dan licik, aku tetap saja tidak bisa membalas kelicikannya. Meskipun dia sering menggangguku, aku tetap saja terdiam. Dia pintar sekali menggoda perempuan.
Jam istirahatpun tiba, aku berdiri dari tempat dudukku. Saat aku keluar dari kursiku, Sehun langsung berdiri tepat di depan wajahku dengan senyuman andalannya, meskipun senyumannya terlihat genit ak tetap saja menyukai senyumannya. Karena, setiap dia tersenyum pasti matanya membentuk  seperti bulan sabit.
“ Jae Ra ya! Ayo temani aku makan, aku sangat lapar,” dia mengajakku dengan wajah yang gembira
                “ Tidak mau! Aku sedang tidak nafsu makan.” Jawabku tanpan ekspresi sedikitpun
                “ Ayolah, apa kau tidak kasihan terhadap Oh Sehun yang imut ini?” dia melakukan aegyo dengan tatapan yang memelas. Seperti anjing yang ingin di elus-elus.
                “Aiish, baiklah akan aku temani. Tapi, kau harus mentraktirku!”
Sehun mencubit pipiku dan langsung menarik tanganku. Dia berlari menuju ke kantin dengan sangat cepat. Rambutnya yang terkena angin membuat wajahnya tampak jelas. Sesekali dia menoleh ke belakang dan tersenyum manis.

 no silent reader please, tolong minta saran untuk chapter II dan kritiknya ya. Kamsa~ ^^