|
xxo-babywolf.tumblr.com
|
|
Between sasaeng and haters
|
|
Too young, too dumb,
too realize
|
|
|
|
AISYAH
|
|
28/12/2013
|
|
|
“Baekhyun oppa!
Apa kau melihat Sehun? Aku dari tadi mencari dia tetapi dia tidak muncul
terus.” Aku berlari ke arah baekhyun yang sedang berdiri di gerbang sekolah.
Baekhyun menoleh ke arahku dan langsung membalikan badannya.
“aku tidak melihat Sehun. Maafkan,
mungkin dia akan telat datang. Tadi ketika aku mauberangkat dia baru bangun.
Hehehe” Baekhyun membentuk angka dua ditangannya sambil tersenyum
Sehun adalah
sahabat kecilku, orangtua kami dulu adalah tetangga. Dulu aku dan Sehun selalu
dimasukan ke sekolah yang sama. Karena itu kami jadi dekat. Kami berpisah
karena Sehun menjadi Traine di Smentertaiment. Aku dan Sehun sekarang sudah
SMA, tidak terasa karena seiring berjalannya waktu.
-------------------------------------------------------
“ Annyeonghaseyo, maafkan saya
telat karena ban motor saya bocor” seorang murid yang tiba-tiba masuk dengan
nafas kelelahan seperti dikejar oleh anjing. Ternyata dia adalah Sehun.
Oh Sehun.. anak
itu selalu saja membuat alasan jika telat. Alasan yang penuh dengan kebohongan.
Tunggu saja akan ku balas ketika pulang sekolah.
Sehun berjalan
melewati tepat di depan mukaku, dia tersenyum dengan licik. Aku hanya melirik
sinis.
“Awas saja kau
Oh Sehun! Aku akan membalasmu dengan cara yang licik.” Batinku
Entah mengapa
meskipun terkadang dia menyebalkan dan licik, aku tetap saja tidak bisa
membalas kelicikannya. Meskipun dia sering menggangguku, aku tetap saja
terdiam. Dia pintar sekali menggoda perempuan.
Jam
istirahatpun tiba, aku berdiri dari tempat dudukku. Saat aku keluar dari
kursiku, Sehun langsung berdiri tepat di depan wajahku dengan senyuman
andalannya, meskipun senyumannya terlihat genit ak tetap saja menyukai
senyumannya. Karena, setiap dia tersenyum pasti matanya membentuk seperti bulan sabit.
“ Jae Ra ya!
Ayo temani aku makan, aku sangat lapar,” dia mengajakku dengan wajah yang
gembira
“ Tidak mau! Aku sedang tidak
nafsu makan.” Jawabku tanpan ekspresi sedikitpun
“ Ayolah, apa kau tidak kasihan
terhadap Oh Sehun yang imut ini?” dia melakukan aegyo dengan tatapan yang
memelas. Seperti anjing yang ingin di elus-elus.
“Aiish, baiklah
akan aku temani. Tapi, kau harus mentraktirku!”
Sehun mencubit pipiku dan langsung menarik tanganku. Dia berlari menuju
ke kantin dengan sangat cepat. Rambutnya yang terkena angin membuat wajahnya
tampak jelas. Sesekali dia menoleh ke belakang dan tersenyum manis.